Rumpi asik ditemani secangkir kopi...

Rumpi asik ditemani secangkir kopi...

Kamis, 10 Januari 2019

Urus sendiri VISA KOREA SELATAN

Penasaran pengen nyoba urus sendiri visa korea selatan ke loketnya langsung. berhubung gedung kantor kedutaan besar Korsel juga deket dari kantor, jajal lah yaaa....
biar tau juga prosesnya. Sebenernya minta tolong agent travel juga bisa siih, selisih sekitar 200rb (tariff saat ini) dari harga normal.
harga visa single saat saya posting ini : Rp. 592.000,-


Jadi saya ceritain sedikit ya... oh iya, saya urus visa ini pada 10 Januari 2019... baru tadi banget... :)


setelah browsing-browsing cari reverensi para traveler sebelumnya tentang cara mengurus visa Korea Selatan, saya persiapkan semua dokumen kebutuhan. berbeda2 memang, ada yang kasih tips sebanyak mungkin dokumen dibawa. tapi ternyata setelah saya alami sendiri, berkas yang dibutuhkan memang hanya yang dipersyaratkan oleh pihak kedutaan cq visa section.


Syarat kelengkapan dokumen :

Dokumen Persyaratan dan Susunan Dokumen (kutip dari web resmi kedutaan Korea Selatan)
1 Formulir Aplikasi Visa (foto langsung ditempel pada kolom foto)
  -  Isi Formulir dengan lengkap
  - Foto berwarna latar putih terbaru (6 bln terakhir ) ukuran 3,5 x 4,5
2 Paspor Asli dan Fotokopi Identitas Paspor (paspor lama jika ada)
  -  Jika sudah pernah mengunjungi Amerika atau Negara OECD lampirkan fotokopi visa Negara tersebut
  -  Selain Visa Negara OECD, tidak perlu melampirkan fotokopi Visa
  --> kalo paspor lama lbh banyak cap negara lain, sebaiknya lampirkan juga
3 Surat Keterangan Kerja atau Surat Keterangan Mahasiswa (Asli)
  - Pelajar/Mahasiswa : Surat Keterangan Mahasiswa/pelajar dalam bahasa Inggris
  - Karyawan  : Surat Keterangan Kerja dalam bahasa Inggris
  - Wiraswasta : Fotokopi SIUP
4 Dokumen Keuangan
  berupa Rekening Koran, Bukti Potong Laporan Pembayaran Pajak (SPT) atau Slip Gaji
  - Pelajar/Mahasiswa wajib melampirkan Rekening Koran Orang Tua
  - Ibu Rumah Tangga ataupun yang tidak bekerja dan tidak memiliki rekening koran pribadi, wajib melampirkan rekening Koran Suami/Istri.
5 Fotokopi Kartu Keluarga
  -  Jika ada pengundang pribadi ataupun perusahaan pengundang, wajib melampirkan tambahan dokumen dibawah ini
  - apabila pergi tanpa suami atau tanpa ortu lampirkan surat ijin suami atau ortu dalam bahasa inggris, kalo saya sih dibubuhi materai, nggak tau juga harusnya pake apa nggak
6 Surat Undangan / sponsor, Fotokopi SIUP Perusahaan Pengundang, Surat Jaminan, Fotokopi Identitas Pengundang
7 apabila Tujuan untuk belajar, lampirkan Certificate of Admission
8 Tujuan dengan waktu tinggal lebih dari 90 hari, lampirkan Certificate of Health dari Rumah Sakit yang telah ditunjuk oleh Kedubes Korea.
  ※ Tiket Pesawat dan reservasi tempat menginap bukan persyaratan dan tidak perlu dilampirkan
  ※ Dokumen di atas wajib disusun sesuai urutan dan distreples dengan rapi.
  ※ saya pake map biar rapi, tapi ternyata nggak perlu. Kecuali buat perlindungan dlm perjalanan aja.

Visa section

Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia
Jl. Jendral Gatot Subroto Kav.57 Jakarta 12950
Tel : 62-21-2967-2555 , 62-811-852-446(emergency)   

Hours of Operation : 08:30-12:00, 13:30-16:30
Penerimaan aplikasi : 09.00 - 12.00
Pengambilan Visa yang disetujui : 13.30 - 16.30.


Kedatangan saya ke Kantor kedutaan pagi itu jam 10.00 pagi, karena tetiba sepagian hujan dan macet. jadi sampailah saya di kantor kedutaan jam 10an lebih. oh iya, lokasi gedung ada diantara gedung Surveyor Indonesia, dan Rumah Sakit Medistra, seberangnya Gedung UMKM (Smesco).


Begitu masuk ke halaman, banyak satpam yang bias kita tanyai, mereka menunjukan jalan menuju kantor visa. Tanpa nanya pun akan tau kok, banyak warga sipil yang mondar manir bawa map... jenis manusia seperti saya yang mau urus visa juga.


di pintu besi, saya ditanya, apakah sudah beli stamp? saya jawab belum.
stamp itu bentuknya beneran seperti materai berwarna merah. beli nya di Hana Bank area dekat situ juga, jadilah saya beli dulu. beli = bayar biaya visa.
masuk ke bank, ambil antri stamp visa (dibantu satpam), duduk manis nunggu nomor dipanggil, bayar buat sejumlah orang yg akan apply, selesai deh.. dikasih stamp nya dan segera balik lagi ke visa section.


setelah masuk ke ruangan visa, ada meja security, disitu dikasih nomor antrian, sekaligus pak satpam bantu nempel materainya. di jepit dan setelah dapat nomor antrian, duduk manis lagi depan loket.


Loket sebenernya ada 4, tapi yang disediakan untuk single visa hanya 2 loket. 1 loket buka khusus untuk multiple visa. 1` loket lagi tutup entah buat apa, mungkin untuk layanan khusus warga korea, soalnya semua bertulisan Hangeul.
Semua petugas berbahasa Indonesia. bahkan loket single visa orang local semua, jadinya tenang, takutnya ditanya nggak ngerti dan gak bias jawab.


begitu dipanggil nomor antrian, saya bergegas ke loket, dilayani petugas perempuan Indonesia, diambil hanya dokumen (tanpa map), diperiksa, ditanya bawa passport lama gak, siapa tau lbh banyak capnya, saya jawab nggak bawa mba... lagipula udah lama dan lagipula capnya gak banyak.


terus, cek-cek dokumen, beberapa dikembalikan antara lain :
1. berkas akomodasi (itinerary, tiket, boking hotel)
2. PBB (saya lihat di salah satu web ada pbb)
saya Tanya kenapa, petugas jawab itu bukan persyaratan.
jadi buat yang punya inisiatif melampirkan macam-macam, missal surat keanggotaan karang taruna, atau keanggotaan senam irama atau member of ibu arisan, gak perlu dibawa lah yaaa... kwkwkw


trus, petugas menulis tanda terima, disampaikan dan dijelaskan ke saya, bahwa apabila di approve, kemungkinan visa terbit tgl 18, namun bias saja mundur. silakan ikuti instruksi di kertas tsb untuk cek online, dan apabila sudah di approva kembali lagi ke sini sambil membawa tanda teruima di jam pengambilan (13.30 - 16.00)


di dalam area visa, ruangan dibagi 2 dipisah oleh meja, disediakan area secukupnya buat para agent travel, mungkin karena mereka mengurus grup, jadi butuh ruang khusus buat tulis menulis dan tempel menempel. sedangkan di area individu, hanya disediakan meja tinggi buat isi form, dan kursi ruang tunggu. suasana cukup nyaman, karena waktu itu nggak terlalu ramai. saya aja cuma tunggu 6 antrian. jam 10.30 saya dapat antrian no 29. loket saat itu masih melayani no 22. jadi nggak terlalu lama.
Per orang kira2 dilayani 10 menit, atau bias lebih kalau dia apply grup. so far total saya hanya sekitar 0.5 jam di sana.
ada toilet wanita dan pria yang cukup bersih, jadi cukup nyaman kalopun hrs antri lama.


semoga bermanfaat guys


cerita ttg pengambilan saya lengkapi nanti yaa... kalo udah jadi

















Rabu, 09 Januari 2019

Liburan Keluarga Last Minutes... Akhirnyaaaa

btw tulisan ini lupa diposting, begitu buka blog masih di kolom draft... langsung saya posting (tapi udah setahun kemuadian... kwkwkw)


NYARIS GAGAL!!
Itu ekspresi bĂȘte dari kami sekeluarga saat memasuki minggu ke-4 Desember 2017.
Kenapa?
2 hari sebelum terima raport sekolahan si kakak terserang sakit cacar... OH NO
ya, OH NO big big OH NO..
Gimana dengan rencana liburan semarak tour de Java yang sudah digadang-gadang sejak bulan-bulan lalu?... kandas begitu saja? OH NO..


Jadi, kami sekeluarga sudah bikin rencana liburan akhir tahun ke Jawa Tengah, kota kesayangan pak Suami (Semarang), nyambung Yogya, lanjut Solo, berkendara sendiri pake mobil, bapake yg nyetir mboke jadi navigator disebelah pak supir (padahal banyakan molornya haha). 3 kota itu aja sih, nggak Tour de Java juga. hihi (kan biar terdengar bombastis gitu)..


Rencana awal berangkat tanggal 22 sepulang terima raport (atau bahkan raport ambil belakangan aja deh), pulang direncanakan tgl 2 Januari. cukup laah, kata pak Suami, kalo menurut aku sih kelamaan, pengen enjoy menikmati rumah juga doong sebelum rutinitas ngantor lagi.


Sebegitu detailnya, hotel dimana, itinerary selama libur sudah tersusun rapi. sarapan dimana, mampir makan siang dimana, nyamil sore dimana, makan malam dimana, nongkrong lesehan dimana, pokoknya udah siap bin komplit plit. emang judul perjalanan kita adalah perjalanan kuliner and etnik. Maksudnya pengen jajal makanan tradisional kesukaan kami, mampir cari pernak pernik etnik jadul angkatan old jaman now, sebegitu egoisnya kami sampe nggak memikirkan makanan kids jaman now... maaf ya, kali ini kami paksa liburan gaya tradisional.. HAHAHA... (tawa devil)..


Nah, akhirnya
setelah karantina lebih dari seminggu hanya dalam kamar, si Kakak (yg kena cacar) ga boleh kemana2 selain hanya kamar dan kamar mandi titik. bukan kami kejam,tapi demi menyelamatkan si adik yg blm pernah kena cacar juga, dan menyelamatkan liburan kami yang terancam gagal.


setelah seminggu penuh bĂȘte dalam kamar, pas tanggal 24 udah mulai murang maring cemberut dan ngambek, bosen dirumah katanya. akhirnya aku putuskan cek follow up (ciyee..) bentuk cacar di hari ke 8. dari penampakannya sih udah nggak berbahaya, tinggal beberapa titik yang belum kering bener. aku suruh dia hajar pake krim macem2 obat dokter biar besok kering. untung dia nurut. sekaligus dijanjiin besok pagi kita ke dokter, kalo dokter bilang ok, kita jalan2 ke PIM. OKE deal.


Besoknya tanggal 25 si bapake dan adike udah mulai bosen juga luntang-lantung dirumah doang terkapar depan tv tiada henti (demi toleransi sama kakak), akhirnya menyerah. yaudah jadilah kita berkunjung ke  bu dokter sebelah rumah. daaaaan, akhirnya dokter bilang sudah boleh jalan2 ke moll  aja sih ok, karena resiko penularan sudah amat berkurang (asal jangan tempelin badan ke bekas cacar yg masih agak kering kekuningan) tentu saja laah, siapa juga yang sukarela gesek2 kulitnya ke bentol cacar si kakak.
Tgl 25 jalan dulu ke PIM, berangkat jam 3 sore, sampe malam. bahagia setelah dirumah aja nggak ngapa-ngapain.
diperjalanan pulang malam2 kita bahas rencana kemungkinan liburan tour de java nya sedikit nekat bandel gak nurut kata dokter. eeeh semua bilang ok mau, si bapake nyanggupin besok pagi nyetirin dan semua nyanggupin ngumpulin baju malam itu juga buat aku pack ke koper2. OMG really? SERIOUSLY?


Yeaaah... malam itu aku berjibaku sama segala macem underwear, sikat gigi, kaos kaki cadangan baju, bajurenang, linggis, obat kutil segala usia, gergaji listrik, solder lem tembak dll (yang belakangan boong kwkwkw) masuk dalam 2 koper besar. JADI NIIIH...
Alhamdulillah lewat tengah malam beres juga... kurang2nya besok pagi aja deh.
musti istirahat sebelum besok pagi memulai perjalanan jauh. anak2 dan pak suami udah pada tepar tidur tentunya. seperti kebiasaan sejak abad 16, urusan packing memang urusan mommy... yasudah.. berhubung saya juga gak percaya pada mereka semua para tukang tumpuk barang.. yang ada pas di tujuan semua barang ketinggalan, baju kusut, jumlah kurang, baju ga matching dll.


untuk aneka barang kebutuhan perjalanan keluarga akan diposting terpisah ya,,, sebenernya si gitu2 aja, cuma mungkin banyak yg masih bingung perlu persiapan barang apa aja untuk tour bermobil sewkeluarga selama 7hari. siapa tau berguna buat beginner.


next nyambung lagi yaa...