Saya terperangkap dalam 2 hal yang paling sulit di dunia.
Di sebagian hal, semua berjalan begitu lambat sehingga saya setengah mati bersabar agar saya tetap dapat menjalaninya.
Di sebagian yang lain, semua berjalan begitu cepat, menuntut saya sampai saya setengah mati keep up dengannya.
Life. Butuh kesabaran. Not one of my better virtue.
Di sebagian hal, semua berjalan begitu lambat sehingga saya setengah mati bersabar agar saya tetap dapat menjalaninya.
Di sebagian yang lain, semua berjalan begitu cepat, menuntut saya sampai saya setengah mati keep up dengannya.
Life. Butuh kesabaran. Not one of my better virtue.
Dikutip dari bukunya Mark Levin.. judulnya… apa ya?... duh lupa.. if only?
kali ini seriusan dikit yaa, sesekali perlu kita introspeksi, bercermin diri sehingga nggak rugi diri atas hidup indah yang sudah diberikan untuk kita..
?… dan pernyataan itu menggelitik hati, mengetuk,.. menyentuh...
sehingga saya terdorong untuk menyimpan makna tulisan tersebut dalam tulisanku sendiri untuk direnungkan sendiri…
sebenernya saya nulis ini sudah lama. Lama sekali, tapi kemudian saya teringat, bahwa nggak ada salahnya kalo tulisan ini saya dokumentasikan dan di share sehingga pembaca bisa mengambil hikmah dari isi tulisan ini....
Dikisahkan oleh 2 orang tokoh utama, perempuan dan laki-laki. Disalah satu adegan ceritanya penulisnya nulis begini..
Si Perempuan
mengajukan usul pada si laki-laki … untuk membuat suatu permainan,
Ia meminta
kepada si laki-laki untuk membayangkan bahwa dia memenangkan suatu lomba dengan
hadiah sebagai berikut : Setiap pagi
sebuah bank memasukkan uang sejumlah 86.400 dolar (atau setara dengan sekitar
Rp. 700.000.000) kedalam rekeningnya. Akan tetapi permainan itu punya suatu
aturan juga, dmana :
“Aturan Prtama, uang yang tidak berhasil dibelanjakan hari itu akan hangus pada malam harinya saat kau berangkat tidur. Kamu ga bisa curang, tidak bisa mentransfer uang itu ke rekening lain, dan hanya bisa membelanjakannya. Tapi setiap pagi pada saat bangun, Bank akan membuka rekening baru dengan 86.400 dolar, begitu terus setiap hari.
“Aturan kedua, bank dapat menghentikan permainan tanpa pemberitahuan. Kapan pun, bank dapat memutuskan bahwa permainan sudah selesai, rekening ditutup, dan tidak ada lagi yang lain."
Nah apa
yang akan kau lakukan?
Dalam
cerita itu si laki-laki spontan menjawab dengan penuh semangat….
bahwa ia
akan membelanjakan setiap dolar untuk kesenangannya sendiri, bersenang-senang…
sepuasnya… lalu… mmmh… memberika n
hadiah untuk orang-2 yang dicintainya.
Pacar…
ayah… ibu…. Adiik2,.. kakak.,,,,
Lalu….
Sisa uangnya??.. untuk siapa lagi??
Karena bila tidak dibelanjakan uang akan hangus begitu kau pergi tidur…
desak si perempuan..
Si
laki-laki, masih dengan semangat berkata… akan berusaha menggunakan setiap sen
yang diberika n “bank ajaib” untuk
menghadirkan kebahagiaan untuk orang-2 disekitarnya, teman.. sahabat, tetangga,
.....
Saudara-saudara
jauh yang bahkan ‘hampir tak pernah jumpa…’ bahkan mungkin setelah habis pikir untuk apa lagi uang it baru terpikir untuk orang2 yg selama ini tak pernah tersentuh bahkan sekedar say hai di telepon or emailpun.
…. bahkan
akhirnya orang-2 yang tak dikenal, karena rasanya ia tidak dapat menghabiskan
86.400 dolar sehari hanya untuk dirinya sendiri dan orang-2 dekat saja.
….lalu…??,
Lalu…
siaapa lagi?... ia mulai terdiam… berpikir…
Akhirnya
dia menyerah…
Berpaling
pada si perempuan untuk mencari jawaban…
Akhirnya
si perempuan menjawab..:
Kita
semua memiliki rekening “Bank ajaib” itu, kau tahu apa itu? … ia adalah sang waktu!
Rekening
yang berlimpah dengan detik-detik yang mengalir satu persatu. Setiap pagi kita
bangun, kita akan diberikan 86.400 detik kehidupan dalam sehari, dan ketika kita tidur pada malam hari, tidak ada yang dapat
dipindahkan ke esok harinya. Yang tidak dinikmati hari itu akan hilang,
kemarinpun sudah berlalu.. tak bisa ada sesal…
Setiap
pagi keajaiban itu berulang, kembali diberi 86.400 detik … begitu seterusnya,
hingga manusia tidak lagi menghargai detik-demi detik yang terus berlalu ….
Tanpa makna…
dan kita
bermain dengan aturan main yang tak dapat dihindari, yaitu bank dapat menutup
rekening kapan saja tanpa pemberitahuan sebelumnya..
setiap
saat, hingga tiba pada saatnya … jarum jam berhenti tepat menunjuk pada diri
kita…
kehidupan
berhenti. Musnah… tiada lagi apapun ...tidak ada kecuali…
Jadi apa
yang akan kita lakukan dengan 86.400 detik setiap hari? Tidakkah detik-detik
kehidupan itu lebih penting dari pada uang?
Kalau kau ingin tahu apa arti satu kehidupan? Bertanyalah pada orang yang baru saja divonis dokter bahwa hidupnya tak akan lama lagi…
Betapa
detik demi detik berlalu tanpa kompromi bahwa dia harus berusaha semaksimal
mungkin memanfaatkan waktunya, berusaha memahami dan siap kapanpun jarum jam
akan berhenti berdetak……
Sedangkan
kita? Apa yang sudah kita lakukan untuk waktu yang demikian terbatas itu?
Apa coba?
.
Bangun
siang? Ngomel… nggosip… brantem, bikin dosa…
Think
about it…my friends….
….
….
Duh
gustii… ampuni aku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar